Sebelum mengenali gejalanya, penting untuk membedakan antara henti
jantung dan serangan jantung:
1.
Serangan Jantung: Terjadi karena adanya sumbatan
pada aliran darah ke otot jantung (masalah sirkulasi).
2.
Henti Jantung: Terjadi karena gangguan irama
jantung yang menyebabkan jantung berhenti berdenyut secara efektif (masalah
listrik).
Tanda-Tanda Utama Henti Jantung Mendadak
Henti jantung biasanya terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.
Berikut adalah tiga tanda klinis utama yang harus segera diidentifikasi:
1.
Kehilangan Kesadaran Secara Tiba-Tiba: Korban
akan jatuh atau terkulai dan tidak memberikan respons saat dipanggil atau
diguncang bahunya.
2.
Berhenti Bernapas atau Napas Tidak Normal:
Korban tidak bernapas sama sekali atau hanya menunjukkan pernapasan yang
terengah-engah (agonal gasping).
3.
Tidak Ada Denyut Nadi: Saat diperiksa pada
arteri karotis (leher), tidak ditemukan denyut nadi.
Tanda Peringatan Sebelum Kejadian
Meskipun sering terjadi tanpa peringatan, beberapa pasien dilaporkan
mengalami gejala tertentu beberapa jam atau hari sebelum kejadian henti
jantung. Gejala-gejala tersebut meliputi:
1.
Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada.
2.
Sesak napas (dyspnea).
3.
Jantung berdebar kencang (palpitasi).
4.
Rasa lemas yang luar biasa atau pusing mendadak.
5.
Pingsan tanpa alasan yang jelas (syncope).
Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai
Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko seseorang
mengalami henti jantung, di antaranya:
1.
Riwayat penyakit jantung koroner.
2.
Gagal jantung kongestif.
3.
Kelainan irama jantung (aritmia).
4.
Riwayat keluarga dengan henti jantung mendadak.
5.
Gaya hidup tidak sehat (merokok, obesitas, dan
kurang aktivitas fisik).
