Foto Dosen
SISTER Verified

Ahmad Muzaki, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB

Catatan Tri Dharma

Perbedaan Henti Jantung dan Serangan Jantung

Wednesday, August 19, 2026


Sebelum mengenali gejalanya, penting untuk membedakan antara henti jantung dan serangan jantung:

1.      Serangan Jantung: Terjadi karena adanya sumbatan pada aliran darah ke otot jantung (masalah sirkulasi).

2.      Henti Jantung: Terjadi karena gangguan irama jantung yang menyebabkan jantung berhenti berdenyut secara efektif (masalah listrik).

 

Tanda-Tanda Utama Henti Jantung Mendadak

Henti jantung biasanya terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan. Berikut adalah tiga tanda klinis utama yang harus segera diidentifikasi:

1.      Kehilangan Kesadaran Secara Tiba-Tiba: Korban akan jatuh atau terkulai dan tidak memberikan respons saat dipanggil atau diguncang bahunya.

2.      Berhenti Bernapas atau Napas Tidak Normal: Korban tidak bernapas sama sekali atau hanya menunjukkan pernapasan yang terengah-engah (agonal gasping).

3.      Tidak Ada Denyut Nadi: Saat diperiksa pada arteri karotis (leher), tidak ditemukan denyut nadi.

 

Tanda Peringatan Sebelum Kejadian

Meskipun sering terjadi tanpa peringatan, beberapa pasien dilaporkan mengalami gejala tertentu beberapa jam atau hari sebelum kejadian henti jantung. Gejala-gejala tersebut meliputi:

1.      Rasa tidak nyaman atau nyeri di dada.

2.      Sesak napas (dyspnea).

3.      Jantung berdebar kencang (palpitasi).

4.      Rasa lemas yang luar biasa atau pusing mendadak.

5.      Pingsan tanpa alasan yang jelas (syncope).

 

Faktor Risiko yang Perlu Diwaspadai

Beberapa kondisi kesehatan dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami henti jantung, di antaranya:

1.      Riwayat penyakit jantung koroner.

2.      Gagal jantung kongestif.

3.      Kelainan irama jantung (aritmia).

4.      Riwayat keluarga dengan henti jantung mendadak.

5.      Gaya hidup tidak sehat (merokok, obesitas, dan kurang aktivitas fisik).


Artikel Terkait

Hasil Karya Produk Digital
Home TriDharma Produk